Jumat, 25 April 2014

SOLO YANG PENUH KENANGAN


Tanggal 14 April 2014 merupakan hari istimewa untuk personil hadroh spana, karena setelah dinyatakan juara tingkat 1 kabupaten Tegal pada FL2SN  ( festifal lomba seni siswa nasional) yang di selenggarakan  Dinas Dikpora Kab Tegal bertempat di SMP Negeri 1 Adiwerna, maka berhak mewakili kabupaten Tegal di tingkat propinsi Jawa Tengah, kali ini grup hadroh tidak tampil seperti biasa, artinya yang di tampilkan adalah seni/musik tradisional jawa tengah.

Kami meluncur dari SMP N 4 Adiwerna pukul 7 setelah berpamitan dengan bapak Semiyanto S.Pd selaku kepala sekolah, dalam pesan singkatnya bpk kepala sekolah menyatakan tidak harus menang, tapi bagaimana bisa tampil di tingkat jawa tengah saja merupakan prestasi yang bagus, apalagi juara.

Dari Kabupaten Tegal ada 35 orang peserta dengan mengendarai 4 mobil, tepat jam 7 pagi mobil meluncur menuju donohudan boyolali alias asrama haji Jawa Tengah. Sebelum sampai lokasi di perkirakan jam 13.30 mobil berhenti untuk ishoma ( istirahat,solat dan makan siang).
Kira2 pukul 14.00 sampailah peserta FLS2N dari SMP Negeri 4 Adiwerna tiba di Asrama Haji Donohudan Boyolali Jawa Tengah. Sambil menahan keletihan perjalanan, para peserta daftar ulang dengan mengisi biodata peserta yang di bubuhi foto 3x4 sebanyak 2 lembar.Setelah daftar ulang para peserta langsung mengetahui nomor urut penampilannya, dan saat itu mendapat urutan 34 dari 35 peserta se Jawa Tengah.

Acara di lanjut dengan pencarian nomor kamar tuk penginapan, dan cukup menguras tenaga juga karena banyaknya kamar dan  gedung bertingkat 5, bagi pengunjung pertama sering bingung alias keder. Alhamdulilah kami beserta peserta sudah menemukan kamar tempat beristirahat.
Untuk peserta putri bergabung dengan peserta putri dari SMP lain, begitu pula peserta putra, untuk kabupaten Tegal menjatah jatah 4 kamar di lantai 2 dengan kode E 8,7,6,5.
Pukul 19.00 acara makan malam bagi peserta yang di lanjut dengan sholat Isya, para peserta makan dengan model prasmanan sesuai selera yang di minati. Setelah Ishoma di lanjut dengan istirahat, tetapi para peserta memanfaatkan dengan berkenalan dan latihan  agar penampilan bisa maksimal.

Pukul 22.00 semua peserta tidur dengan mimpi indah,karena tempat di asrama haji mereka banyak yang bermimpi besok akan dibawa kapal terbang tuk ke Mekah, he…..he
Jam 04.00 pagi para peserta dah bangun siap siap mengikuti acara festifal seni, ada juga yang harus merias pukul 2 malam bagi mereka yang mendapat urutan 1, beruntung bagi kita dari SMP N 4 Adiwerna, dengan modal alat musik yang sangat dan super sederhana mendapat urutan 34, sehingga bisa nyantai dulu dan melihat teman2  menunjukkan kebolehannya.

Tepat pukul 17.30 musik tradisional dari SMP N 4 mendapat giliran untuk menunjukkan kebolehannya, panggung penampilan musik tradisional berada di halaman asrama, hal ini dikarenakan tuk mata lomba ini memakan tempat yang cukup luas terutama alat musiknya, disamping memang alat alatnya berat, kalau harus di lantai 2 atau di dalam asrama sangatlah tidak mungkin.

Mata lomba ini penilaiannya lebih pada ciri khas ke jawa annya, salah satunya gending jawanya yg tidak boleh di lupakan. Kami menyadari terutama dari kabupaten Tegal dengan peralatan yg terbatas berusaha menampilkan seoptimal mungkin, meskipun masih  jauh dari harapan.

Penampilan musik tradisional berakhir pukul 18.00, tiap mata lomba tidak sama selesainya, tergantung materi lomba dan unsur unsur yang lain, peserta di persilahkan tuk ishoma dan  bagi yang berminat di persilahkan jalan jalan malam di sekitar asrama, karena selama dua malam kami di sana tidak ada jadwal ketat bagi peserta, lebih pada kemandirian peserta untuk mengatur kegiatannya masing masing.

Kebetulan malam rabu ada pawai motor di depan asrama karena di stadion manahan Solo baru saja pertandingan sepak bola antara solo dan magelang, sehingga hiburan gratis ada di depan asrama, lumayan gak keluar modal, he..he
Pagi hari Rabu tanggal 16 April 2014 dari pukul 09.00-12.00 wib di isi dari kwarda pramuka dengan metode permainannya, tuk pembinaan karakter bagi peserta, bertempat di aula asrama, inipun tidak wajib, karena yang kami lihat banyak peserta yang siap siap mengeluarkan barangnya ke mobil masing masing tuk good by...................
Pukul 12.30 peserta menerima sertifikat sebagai peserta FLs2N dan pengumuman bagi pemenang lomba. Bagi yang juara 1 akan di kirim di tingkat nasional yang bertempat di Semarang Jawa Tengah sekitar akhir bulan April 2014.
Untuk kabupaten Tegal dan Kota Tegal belum berhasil pada lomba di tingkat propinsi semoga di tahun mendatang bisa meraihnya,amin................
Mobil dari kabupaten Tegal meluncur pulang kira kira pukul 13.00 wib tanggal 16 April 2014, akan tetapi khusus mobil 4 dari SMPN 4 Adiwerna mampir dulu di keraton Solo, Masjid Ageng Solo dan pasar Klewer, cari seger seger dulu akh.............................sambil lihat lihat kaos, baju dan asesoris, termasuk makanan khas Solo coba kami cicipi, jangan kuatir nyicipnya bayar lho,ternyata murah murah, para peserta yang belum membuka uang saku dari ortu masing masing, disinilah mereka pada gesek tuk belanja apa apa yang mereka suka,dan  mereka pada tahu berbagai adat jawa mulai dari pernik perniknya, pakaian, asesoris dan macem macemnya, pokoknya sangat berkesan.......

Tepat pukul 16.00 kami meluncur ke Tegal , di tengah perjalanan kami mampir di pondok pesantren selamat Kendal untuk menengok salah satu saudara., keluar dari pesantren kami rombongan tidur pulas dengan di iringi lagu lagu hadroh anak anak spana, tak terasa ternyata perut tak bisa kompromi, kami berhenti di warung angkringan grinsing, cari yang murah......................tapi sedep..............

Setelah ishoma kami meluncur lagi ke Tegal Adiwerna, dan pukul 23.30 wib kami sampai di depan gerbang SMP Negeri 4 Adiwerna, Alhamdulilah kami sampai dengan selamat dan membawa kesan yang indah, dua malam di FL2SN donohudan Boyolali Jawa tengah, semoga tahun tahun mendatang spana bisa punya kesempatan lagi tuk fl2sn tingkat propinsi bahkan tingkat nasional, amin..................

Rombongan spana
1.    Nur Rohmah
2.    Agus Kuntoro
3.    Ayub S
4.    Divi  ( 8 A)
5.    Irhas ( 8 H)
6.    Salma ( 7 F)
7.    Andre ( 7 E )
8.    Reza ( 8 D)
9.    Aulia ( 8 h )
Untuk kabupaten Tegal peserta berasal dari SMP N 1 A diwerna, SMP N 1 Slawi, SMP N lebaksiu, SMPN Margasari, SMPN 2 Talang, SMP Takhasus Bulakwaru dan SMPN  Adiwerna


Sekian, trims


Penulis          : Nur rohmah
Gmabar :  Dokumen Sekolah

Membuat kelompok bibingan siswa Di SMP N 4 Adiwerna

Selain membimbing siswa siswinya secara personal dan pada tiap kelas , BK SMP N 4 Adiwerna juga sudah membuat kelompok bimbingan yang di bimbing langsung oleh guru BK.

BK SMP N 4 adiwerna yang di koordinator tiap orang guru BK tersebut sangat membantu sekali dalam hal bimbingan konseling pada siswanya,t erutama dalam hal bimbingan mental dan proses belajar mengajar.
BK SMP N 4 Adiwerna dikunjungi siswa setiap hari, mereka sengaja datang kekantor BK untuk bertanya dan minta bimbingan , selain secara perorangan juga secara kelompok saat ada waktu senggang  di kelas, kata koordinator guru SMP N 4 Adiwerna BAMBANG ,S.Pd.

Menurut bambang bahwa belum lama ini dirinya sudah membentuk kelompok kelompok bimbingan pada siswa SMP N 4 Adiwerna. Kami isi 10 siswa untuk membentuk masing masing kelompok agar mereka bias berdiskusi, belajar bersama dan memecahkan masalah bersama sama dan di bantu oleh guru BK, “Jelasnya.
Selain itu bahwa kebanyakan siswa yang berkonsultasi itu terkait masalah belajar mengajar dan problem yang utama karena hampir 50 presen orang tua siswa berada di perantauan.

Peran serta bimbingan orang tua minim karena mereka banyak  yang di perantauan . maka dari itu kami selalu membimbing secara insentif ketika berada di sekolah ini. ya kami orang tua kedua bagi mereka,”ungkapnya.

Hal senada juga di sampaikan kepala SMP N 4 Adiwerna Semiyanto. bahwa jumlah siswa SMP N 4 Adiwerna kurang lebih  ada 900 siswa dan lulusannya sudah banyak yang melanjutkan ke SMA 1 slawi, SK N 1 Adiwerna dan yang lai. “kami berharap dengan peran serta bimbingan dari guru BK. Maka siswa siswinya bisa menghadapi UN dengan lulus semua dan bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya sesuai dengan pilihan yang sudah di konsultasikan ke guru BK,”Ujarnya


Sumber : Koran Radar Tegal. edisi Tanggal 22 April 2014
Gambar : Dokumen sekolah


Penulis :

Admin : Mohamad  safii

SPANA Peringati kartini dengan lomba

Dalam rangka memperingati hari kartini .senin tgl 21 april bertempat di ruang kelas dan halaman SMP N 4 adiwerna ,menggelar beberapa rangkaian kegiatan perlombaan yang salah satunya tujuannya adalah untuk mengasah talenta. juga kemampuan siswa secara umum dan juga sebagai salah satu bentuk nasionalisme dengan memperingati hari kartini.






Dengan di pantau langsung kepala sekolah, kegiatan  tersebut meriah di ikuti oleh siswa dan guru, suasan tampak kompak, guyub rukun juga menghibur, adapun perlombaan merias jilbab, sanggul, merias wajah dan tata-busana,lomba tumpeng, lomba puisi dan fashion show. karena ini hari kartini maka kami memperingatinya dengan mengawali upacara di pagi hari dan di susul dengan tujuan untuk meningkatkatkan semangat nasionalisme para siswa dan guru di hari kartini”kata pembina OSIS SMP N 4 Adiwerna Drs.Ropii.

Selain itu pada saat upacara kami juga melakukan penyerahan penghargaan hadiah popda kepada murid yang berhasil memjuarai popda tingkat kabupaten Tegal. Alhamdulilah siswa tradisional dan juara I pencak silat”katanya.

Dia menambahakan jika anak didiknya yang juara I seni tradisional akan memwakili kabupaten Tegal ketingkat provinsi dan juara I pencak silat akan mewakili tingkat karsidenan Pekalongan.

Kepala Sekolah Semiyanto,S.Pd ketika di temui di sela sela kegiatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan even tahunan yang jenis perlombaanya selalu berbeda di sesuaikan dengan tren masa kini. Masih menurutnya tujuan kegiatan itu selain untuk melestarikan nilai nilai ibu kita karini juga untuk melestarikan budaya bangsa. serta mengasah meningkatkan bakat kreatifitas siswa.
Semoga nasionalisme dan semangat Kartini bisa menjadi contoh bagi para generasi muda sekarang,dan agar lebih mengenal sejarah tokoh Pahlawan nasional.



Sumber dari : Koran Radar Tegal Edisi hari selasa 22 April 2014
Gambar : Dokumen Sekolah


Penulis:
Admin: Mohamad safii

Senin, 21 April 2014

21 APRIL ADALAH HARI IBU RA .KARTINI

     
Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, yang merupakan puteri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang bupati Jepara pada waktu itu. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, puteri dariNyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hinggaHamengkubuwana VI.

      Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.

      Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.


      Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensiyang berasal dari Belanda. Salah satu sahabatnya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.

Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

      Karini melahirkan anak pertama dan sekaligus terakhirnya, R.M. Soesalit, lahir pada tanggal 13 September1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun, dan beliau dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan BuluRembang.

      Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita olehYayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya,YogyakartaMalangMadiunCirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.

      Hasil karya pemikiran Ibu Kartini yang sampai dengan saat ini selalu menjadi acuan dan motivasi terutama untuk kalangan wanita Indonesia adalah merupakan kumpulan dari surat-surat yang dikirimkannya kepada para sahabat-sahabatnya yang berada di Belanda. Kumpulan surat-surat itu kemudian disusun menjadi sebuah buku dan diterbitkan menjadi sebuah karya yang berjudul “ Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Surat-surat Kartini juga berisi harapannya untuk memperoleh pertolongan dari luar. Pada perkenalan dengan Estelle "Stella" Zeehandelaar, Kartini mengungkap keinginan untuk menjadi seperti kaum muda Eropa. Ia menggambarkan penderitaan perempuan Jawa akibat kungkungan adat, yaitu tidak bisa bebas duduk di bangku sekolah, harus dipingit, dinikahkan dengan laki-laki yang tak dikenal, dan harus bersedia dimadu.

      Pandangan-pandangan kritis lain yang diungkapkan Kartini dalam surat-suratnya adalah kritik terhadap agamanya. Ia mempertanyakan mengapa kitab suci harus dilafalkan dan dihafalkan tanpa diwajibkan untuk dipahami. Ia mengungkapkan tentang pandangan bahwa dunia akan lebih damai jika tidak ada agama yang sering menjadi alasan manusia untuk berselisih, terpisah, dan saling menyakiti. "...Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu..." Kartini mempertanyakan tentang agama yang dijadikan pembenaran bagi kaum laki-laki untuk berpoligami. Bagi Kartini, lengkap sudah penderitaan perempuan Jawa yang dunianya hanya sebatas tembok rumah.

      Surat-surat Kartini banyak mengungkap tentang kendala-kendala yang harus dihadapi ketika bercita-cita menjadi perempuan Jawa yang lebih maju. Meski memiliki seorang ayah yang tergolong maju karena telah menyekolahkan anak-anak perempuannya meski hanya sampai umur 12 tahun, tetap saja pintu untuk ke sana tertutup. Kartini sangat mencintai sang ayah, namun ternyata cinta kasih terhadap sang ayah tersebut juga pada akhirnya menjadi kendala besar dalam mewujudkan cita-cita. Sang ayah dalam surat juga diungkapkan begitu mengasihi Kartini. Ia disebutkan akhirnya mengizinkan Kartini untuk belajar menjadi guru di Betawi, meski sebelumnya tak mengizinkan Kartini untuk melanjutkan studi ke Belanda ataupun untuk masuk sekolah kedokteran di Betawi.

      Saat sekarang ini, kita selalu memperingati hari Kartini dengan banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang sebenarnya hanya bersifat monoton. Kegiatan-kegiatan tersebut, hanya sebatas karnaval dengan menggunakan baju adat daerah, peragaan busana adat, pembacaan puisi tentang kartini dan beberapa kegiatan yang hanya bersifat formal. Pada tingkatan pendidikan dasar, peringatan tersebut mungkin cukup untuk mengenalkan kepada anak-anak kita untuk mengenal siapakah sosok dari RA Kartini, namun seharusnya apa yang kita lakukan bisa lebih dari itu.  

Selamat Hari kartini, dan selalu tetap bersemangat untuk meningkatkan emansipasi dari kaum wanita namun dengan tidak mengesampingkan kaidah-kaidah yang sudah ditetapkan di dalam ajaran agama.

Sumber dari : www.kotakkatik

Senin, 14 April 2014

PENCAK SILAT PSHT MENJUARAI ABD CUP 2 TAHUN 2014

Pada hari kamis tanggal 27 Maret 2014 SMK NEGERI 1 ADIWERNA atau yang lebih dikenal SMK ADB mengadakan kejuaraan pencak silat PSHT tahunan “ADB CUP” yang kedua dalam rangka HUT yang ke 35.
Ajang ini diperuntukan khusus untuk anak SMP/MTs atau sederajat yang ada
di Kabupaten dan Kota Tegal.
Tujuan kejuaraan ini disamping untuk  memperingati hari jadi juga bertujuan untuk sosialisasi memperkenalkan SMKN 1 ADIWERNA kepada siswa-siswi SMP/MTs atau sederajat supaya termotivasi bersekolah SMK N 1 ADIWERNA.
Semua antusias dan memberikan semua kemampuan yang terbaik, hal itu dibuktikan dengan banyaknya sekolah tingkat SMP/MTs atau sederajat yang mengikuti kejuaraan tersebut. Adu tekhnik, skill dan strategi terlihat jelas. Bakat-bakat pun bermunculan berkat kegigihan para atlet yang sedang berjuang untuk nama baik sekolahnya masing-masing.

Puji syukur patut kita panjatkan kepada Allah SWT karena dalam kejuaraan tersebut SMPN 4 Adiwerna berhasil merebut Juara Umum dari 6 kelas yang dpertandingkan.
6 kelas yang dipertandingkan al:
1.      Kelas C Putra dengan berat badan 40 kg – 43 kg
2.      Kelas D Putra dengan berat badan 43 kg – 46 kg
3.      Kelas E Putra dengan berat badan 46 kg – 49 kg
4.      Kelas C putri dengan berat badan 40 kg – 43 kg
5.      Kelas D putri dengan berat badan 43 kg – 46 kg
6.      Kelas E putri dengan berat badan 46 kg – 49 kg 

Juara Umum di dapat karena atlet dari SMPN 4 ADIWERNA  berhasil menjadi juara 1 di empat kelas yang berbeda dari enam kelas yang dipertandingkan, masing-masing kelas C Putri, D Putri, kelas E putri dan kelas C putra.
 Adapun nama-nama atletnya antara lain :
1.      SAKTYA OKTAVIANA /IX F sebagai juara 1 kelas C putri
2.      AENUN AMALIA /VIII F sebagai juara 1 kelas D putri
3.      ADE INDANG ARUM SARI /IX D sebagai juaran 1 kelas E putri
4.      MUKHAMMAD RIFKI RAMADHAN /VIII C sebagai juara 1 kelas C putra


Prestasi ini sangat membanggakan sebagai motivasi untuk terus berprestasi, semoga akan berlanjut pada tahun berikutnya. Amiiin…….

__Maju Terus PSHT Spana !!!!!!

Selasa, 08 April 2014

Mengcover data masing - masing PTK


Persiapan Penerbitan SK Aneka Tunjangan

Persiapan Penerbitan SK Aneka Tunjangan (Tunjangan Profesi, Fungsional, Tunjangan Khusus, Bantuan Kualifikasi Pendidikan) bagi PTK di Lingkungan Dit P2TK DIKDAS akan segera di mulai, ayo, mulai sadari data dari awal sebelum terjadi hal-hal yang tidak di inginkan !.

P2TK DIKDAS AKAN MENERBITKAN SK ANEKA TUNJANGAN BERDASARKAN DAPODIKDAS SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2013 - 2014.

Kira-kira apa sih yang harus di perhatikan, ayo mulai teliti satu persatu !



Tunjangan Profesi :

1. Penulisan NUPTK, apakah sudah di input NUPTK milik sendiri (jangan sampai NUPTK Orang lain, yah, pastikan 16 Digit)

2. Penulisan NAMA, sesuaikan dengan nama pada NUPTK 

3. Untuk PNS: Pangkat, Golongan, Masa Kerja Golongan, NIP (Yang baru, dan pastikan 18 Digit)

4.Yang  pasti jam mengajar udah ter maping ke dalam rombel belum ? dan sudah sesuai pembagian jam serta rombelnya belum ?? jangan sampai numpuk guru di rombel yang sama, yah .. ntar nga normal ...

5. YANG PALING PENTING sudah PUNYA SERTIFIKAT PENDIDIK atau BELUM ?.



silakan cek data masing masing PTK.


Alamat Pengecekan Lembar Info PTK :



Info PTK 1                     : http://223.27.144.195.8081/
Info PTK 2                     : http://223.27.144.195:8085/ 
SIM Tunjangan Profesi : http://223.27.144.199:8080/info.php 



Jika masih ada data yang dirasa kurang benar/masih salah segera lakukan pembenahan lewat aplikasi Dapodikdas masing-masing" 

NB: Karena Perubahan Data lewat SINKRONISASI terkadang membutuhkan waktu 3-4 hari.., itupun kalo server tidak sedang MAINTENES

Jangan menyalahkan  OPERATOR  jika di kemudian hari ada kesalahan dan kekurangan data yang ber akibat  tidak terbitnya SK tunjangan PTK masing-masing.

Jangan lupa, Server di tutup PER 28 FEBRUARI 2014 Untuk TRIWULAN  INI....!!!


Penulis : Admin Sekolah

Senin, 24 Maret 2014

Kembali Torehkan Prestasi, PSHT Spana 2014




Pada tanggal 2 – 5 Maret 2014 perhelatan akbar dunia olah raga untuk para pelajar se-Kabupaten Tegal yaitu Pekan Olah Raga Pelajar (POPDA) tingkat Kabupaten Tegal telah dilaksanakan. Ada banyak cabang olah raga yang dipertandingkan antara lain:
 1.      Athletik                                                          6.   Tenis Meja
 2.      Sepak Bola                                                    7.   Catur
3.      Bola Volly                                                       8.   Pencak Silat
 4.      Sepak Takraw                                                9.   Karate
 5.      Renang                                                          10. Dll


         Dan hampir semua sekolah yang ada di Kabupaten Tegal mengirimkan kontingennya untuk ajang POPDA tersebut, baik SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMEA/SMK. Semua antusias dan memberikan yang terbaik untuk sekolahnya masing-masing, dan ingin untuk menjadi yang terbaik untuk Kabupaten Tegal tercinta ini.

Dari semua cabang olah raga yang dipertandingkan telah lahir juara-juara yang merupakan atlit terbaik, terbaik dari cabang olahraganya. Para atlit terbaik inilah yang akan mewakili Kabupaten Tegal di ajang yang lebih tinggi yaitu POPDA tingkat karesidenan Pekalongan yang insya Allah akan dilaksankan pada bulan April 2014 yang akan datang di Pekalongan.


Puji syukur patut kita panjatkan kepada Allah SWT karena dalam POPDA 2014 tersebut SMPN 4 Adiwerna masih bisa berprestasi. Masih bisa menyumbangkan atlit terbaik untuk Kabupaten Tegal yaitu di cabang Pencak Silat. Di cabang ini SMPN 4 Adiwerna masih membanggakan seperti tahun kemarin, dari 4 atlit yang dikirim ada 2 atlit yang berhasil meraih juara, antara lain :
  1.      ULFI MEI NIJAR /VIII A sebagai juara 1 kelas F putri  
  2.      AHMAD FAUZI /IX B sebagai juara 3 kelas H putra



Kita berharap para juara dari SMPN 4 Adiwerna ini bisa melanjutkan prestasinya di ajang yang lebih besar yaitu POPDA tingkat karesidenan Pekalongan. Mereka akan bergabung dengan para juara-juara yang lain sebagai perwakilan dari Kaupaten Tegal. Kita doakan semoga sukses tanpa ekses, pulang berseri karna prestasi. Amiiiiiiin……(Abi Masrukhan)

 __Maju Terus PSHT Spana !!!!!!