Kamis, 18 April 2013

Pembekalan Guru Pengawas UN 2013 dari SMPN 4 Adiwerna


A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Ujian Nasional
1. UN dilakukan satu kali, yang terdiri atas UN dan UN Susulan untuk SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK;
2. UN Susulan hanya berlaku bagi peserta didik yang sakit atau berhalangan dan dibuktikan dengan surat keterangan yang sah.
3. Jadwal pelaksanaan UN sebagai berikut.
  
  
B. Ruang Ujian Nasional
Satuan pendidikan penyelenggara UN menetapkan ruang UN dengan persyaratan sebagai berikut:
1. ruang ujian yang digunakan aman dan layak untuk pelaksanaan UN;
2. setiap ruang ditempati paling banyak 20 peserta, dan 2 meja untuk dua orang pengawas UN;
3. setiap meja dalam ruang ujian diberi nomor peserta UN;
4. setiap ruang ujian ditempel pengumuman yang bertuliskan “DILARANG MASUK SELAIN PESERTA UJIAN DAN PENGAWAS SERTA TIDAK DIPERKENANKAN MEMBAWA ALAT KOMUNIKASI
5. setiap ruang UN disediakan denah tempat duduk peserta UN dengan disertai foto peserta ditempel di pintu masuk ruang ujian;
6. setiap ruang UN disediakan lak/segel untuk amplop LJUN;
7. gambar atau alat peraga yang berkaitan dengan materi UN dikeluarkan dari ruang UN;
8. tempat duduk peserta UN diatur sebagai berikut:
a.      satu bangku untuk satu orang peserta UN;
b.      jarak antara meja yang satu dengan meja yang lain disusun dengan mempertimbangkan jarak antara peserta yang satu dengan peserta yang lain minimal 1 (satu) meter;
c.      penempatan peserta UN sesuai dengan nomor peserta
9..ruang ujian nasional paling lambat sudah siap 1 (satu) hari sebelum ujian nasional dimulai.
C. Pengawas Ruang UN
1.    Penyelenggara Tingkat Kabupaten/Kota menetapkan pengawas ruang di satuan pendidikan SMP, MTs, SMPLB, dan SMALB.
2.    Pengawas ruang untuk UN SMP/MTs dilakukan oleh guru SMP/MTs yang diatur secara silang;
3.    Pengawas ruang harus dalam keadaan sehat dan sanggup mengawas ujian nasional dengan baik..
4.    Pengawas ruang adalah guru yang mata pelajarannya tidak sedang diujikan.
5.    Pengawas ruang adalah guru yang memiliki sikap dan perilaku disiplin, jujur, bertanggung jawab, teliti, dan  memegang teguh kerahasiaan
6.    Pengawas ruang harus menandatangani surat pernyataan bersedia menjadi pengawas ruang sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan harus hadir 45 menit sebelum ujian dimulai di lokasi sekolah/madrasah penyelenggara UN.
7.    Pengawas ruang tidak diperkenankan untuk membawa alat komunikasi elektronik ke dalam ruang ujian.
8.    Penempatan pengawas ruang ditentukan dengan sistem silang dalam satu kabupaten/kota.
9.    Setiap ruangan diawasi oleh dua orang pengawas.

D. Tata Tertib Pengawas Ruang UN
1. Persiapan UN
a.    Empat puluh lima (45) menit sebelum ujian dimulai pengawas ruang telah hadir di lokasi sekolah/madrasah penyelenggara UN.
b.    Pengawas ruang menerima penjelasan dan pengarahan dari ketua penyelenggara UN.
c.    Pengawas ruang menerima bahan UN yang berupa naskah soal UN, amplop pengembalian LJUN, daftar hadir, dan berita acara pelaksanaan UN.
d.    Pengawas ruang memeriksa kondisi bahan UN dalam keadaan baik (masih tersegel).
2. Pelaksanaan UN
a. Pengawas masuk ke dalam ruang UN 20 menit sebelum waktu pelaksanaan untuk melakukan secara berurutan:
1)     memeriksa kesiapan ruang ujian;
2)     mempersilakan peserta UN untuk memasuki ruang dengan menunjukkan kartu peserta UN dan meletakkan tas di bagian depan serta menempati tempat duduk sesuai dengan nomor yang telah ditentukan;
3)     memeriksa dan memastikan setiap peserta UN hanya membawa bulpen, pensil, penghapus, penajam pensil, dan penggaris yang akan dipergunakan ke tempat duduk masing-masing;
4)     memeriksa dan memastikan amplop soal dalam keadaan tertutup rapat (tersegel), membuka amplop soal, disaksikan oleh peserta ujian;
5)     membacakan tata tertib UN;
6)     membagikan naskah soal UN dengan cara meletakkan di atas meja peserta dalam posisi tertutup (terbalik);
7)     memberikan kesempatan kepada peserta UN untuk mengecek kelengkapan soal;
8)     mewajibkan peserta untuk menuliskan nama dan nomor ujian pada kolom yang tersedia di halaman 1 (satu) naskah soal dan LJUN sebelum dipisahkan;
9)     mewajibkan peserta ujian untuk memisahkan LJUN dengan naskah;
10)  mewajibkan peserta ujian untuk melengkapi isian pada LJUN secara benar;
11)  memastikan peserta UN telah mengisi identitas dengan benar sesuai dengan kartu peserta; dan
12)  memastikan peserta ujian menandatangani daftar hadir.

b. Setelah tanda waktu mengerjakan dimulai, pengawas ruang UN:
1)     mempersilakan peserta UN untuk mulai mengerjakan soal;
2)     mengingatkan peserta agar terlebih dahulu membaca petunjuk cara menjawab soal.
c. Kelebihan naskah soal UN selama ujian berlangsung tetap disimpan di ruang ujian dan tidak diperbolehkan dibaca oleh pengawas ruangan.
d. Selama UN berlangsung, pengawas ruang UN wajib:
1)     menjaga ketertiban dan ketenangan suasana sekitar ruang ujian;
2)     memberi peringatan dan sanksi kepada peserta yang melakukan kecurangan; serta
3)     melarang orang memasuki ruang UN selain peserta ujian.
e. Pengawas ruang UN dilarang merokok di ruang ujian, memberi isyarat, petunjuk, dan bantuan apapun kepada peserta berkaitan dengan jawaban dari soal UN yang diujikan.
f. Lima menit sebelum waktu UN selesai, pengawas ruang UN memberi peringatan kepada peserta UN bahwa waktu tinggal lima menit.
g. Setelah waktu UN selesai, pengawas ruang UN:
1)     mempersilakan peserta UN untuk berhenti mengerjakan soal;
2)     mempersilakan peserta UN meletakkan naskah soal dan LJUN di atas meja dengan rapi;
3)     mengumpulkan LJUN dan naskah soal UN;
4)     menghitung jumlah LJUN sama dengan jumlah peserta UN;
5)     mempersilakan peserta UN meninggalkan ruang ujian;
6)     menyusun secara urut LJUN dari nomor peserta terkecil dan memasukkannya ke dalam amplop LJUN disertai dengan satu lembar daftar hadir peserta, satu lembar berita acara pelaksanaan, kemudian ditutup dan dilem serta ditandatangani oleh pengawas ruang UN di dalam ruang ujian;
h. Pengawas Ruang UN menyerahkan amplop LJUN yang sudah dilem dan ditandatangani, serta naskah soal UN kepada Penyelenggara UN Tingkat Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan disertai dengan satu lembar daftar hadir peserta dan satu lembar berita acara pelaksanaan UN.

E. Tata Tertib Peserta UN
1.      Peserta UN memasuki ruangan setelah tanda masuk dibunyikan, yakni 15 (lima belas) menit sebelum UN dimulai.
2.      Peserta UN yang terlambat hadir hanya diperkenankan mengikuti UN setelah mendapat   izin dari  ketua.Penyelenggara        UN.Tingkat Sekolah/Madrasah/ Pendidikan Kesetaraan, tanpa diberi perpanjangan waktu.
3.      Peserta UN dilarang membawa alat komunikasi elektronik dan kalkulator ke Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan.
4.      Tas, buku, dan catatan dalam bentuk apapun dikumpulkan di dalam ruang kelas di bagian depan.
5.    Peserta UN membawa alat tulis menulis berupa pensil 2B, penghapus, penggaris, dan kartu tanda peserta ujian.
6.    Peserta UN mengisi daftar hadir dengan menggunakan pulpen yang disediakan oleh pengawas ruangan.
7.    Peserta UN mengisi identitas pada LJUN secara lengkap dan benar serta menandatangani pernyataan “mengerjakan UN dengan jujur”.
8.    Peserta UN yang memerlukan penjelasan cara pengisian identitas pada LJUN dapat bertanya kepada pengawas ruang UN dengan cara mengacungkan tangan terlebih dahulu.
9.    Peserta UN mulai mengerjakan soal setelah ada tanda waktu mulai ujian.
10. Selama UN berlangsung, peserta UN hanya dapat meninggalkan ruangan dengan izin dan pengawasan dari pengawas ruang UN.
11. Peserta UN yang memperoleh naskah soal yang cacat atau rusak, pengerjaan soal tetap dilakukan sambil menunggu penggantian naskah soal UN.
12. Peserta UN yang meninggalkan ruangan setelah membaca soal dan tidak kembali lagi sampai tanda selesai dibunyikan, dinyatakan telah selesai menempuh/mengikuti UN pada mata pelajaran yang terkait.
13. Peserta UN yang telah selesai mengerjakan soal sebelum waktu UN berakhir tidak diperbolehkan meninggalkan ruangan sebelum berakhirnya waktu ujian.
14. Peserta UN berhenti mengerjakan soal setelah ada tanda berakhirnya waktu ujian.
15. Selama UN berlangsung, peserta UN dilarang:
a.   menanyakan jawaban soal kepada siapa pun;
b.   bekerjasama dengan peserta lain;
c.   memberi atau menerima bantuan dalam menjawab soal;
d.   memperlihatkan pekerjaan sendiri kepada peserta lain atau melihat pekerjaan peserta lain;
e.   membawa naskah soal UN dan LJUN keluar dari ruang ujian;
f.    menggantikan atau digantikan oleh orang lain.

F. SANKSI
1. Peserta UN yang melanggar tata tertib diberi peringatan secara tertulis oleh pengawas ruang UN atau pengawas satuan pendidikan. Apabila peserta UN sesudah diberi peringatan tetapi tidak mengindahkan peringatan tersebut, maka hasil ujian yang bersangkutan dianggap tidak sah dan dimuat dalam berita acara.
2. Pelanggaran ringan yang dilakukan oleh peserta ujian dengan sanksi diberi peringatan meliputi:
1)  Meminjam alat tulis dari peserta ujian
2)  Tidak membawa kartu ujian
3. Pelanggaran sedang yang dilakukan oleh peserta ujian dengan sanksi dikeluarkan dari ruang ujian meliputi:
1)  membuat kegaduhan di dalam ruang ujian
2)  membawa HP ke ruang ujian
4. Pelanggaran berat yang dilakukan oleh peserta ujian dengan sanksi pembatalan ujian pada mata pelajaran bersangkutan meliputi:
1)    kerjasama dengan peserta ujian dan/atau menyontek
2)  menggunakan kunci jawaban, dan 3) menyebarkan kunci jawaban
5. Pelanggaran ringan yang dilakukan oleh pengawas ruang dengan sanksi dibebastugaskan sebagai pengawas ruang ujian meliputi:
1)    lalai, tertidur, merokok, dan berbicara yang dapat mengganggu konsentrasi peserta ujian
2)    lalai membantu peserta ujian mengisi identitas diri sesuai dengan kartu identitas
6. Pelanggaran berat yang dilakukan oleh pengawas ruang dengan sanksi sesuai dengan ketentuan perundangan meliputi:
1)  memberi contekan
2)  membantu peserta ujian dalam menjawab soal
3)  menyebarkan/membacakan kunci jawaban kepada peserta ujian
7. Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan penyelenggara UN yang melanggar ketentuan POS diberi sanksi sesuai dengan peraturan perundang­undangan.
8. Pengawas satuan pendidikan yang melanggar ketentuan POS diberi sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

G. INFORMASI HASIL RAPAT RAYON DAN SUB RAYON

 1. UMUM
a) Upaya sekolah sudah maksimal, jenis soal 20 macam, minim terjadi kecurangan
b) Siswa dihadapkan pada UN yang jujur, soal berbeda antar siswa, kelas, sekolah.

 2. SOAL
a) Soal dan LJUN gandengan, diberi barcode yang sama
b) Siswa tidak boleh mengerjakan LJUN dari Soal yang bukan gandengannya
c) jumlah soal Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia 50, IPA dan Matematika 40.
d) tiap ruang ada 20 soal + 1 cadangan

 3. AMPLOP LJUN
a) diisi LJUN hasil kerja peserta
b) diisi berita acara 1 dan daftar hadir 1
c) diisi Pakta Integritas (bila ada)
d) diisi soal siswa yang LJUN nya rusak. Jika LJUN rusak maka siswa melanjutkan .....pekerjaannya di soal, LJUN dan Soal disatukan.
e) di lem dan lakban di ruang ujian
f) disegel dan ditandatangani
g) amplop ditulisi data/identitas sesuai isian yang diperlukan

 4. PESERTA DIDIK
a)    sore mengecek perlengkapan UN seperti: pensil 2B, setip, penggaris, silet
b)    harus membawa KPUN resmi, atau fotokopi bila salah dan masih dalam perbaikan
c)    wajib hadir di ruang UN pkl 07.10 WIB (20 menit mengisi data LJUN dll)
d)    tidak membawa HP dan kalkulator dan alat elektronok lainnya.
e)    Membawa alat tulis lengkap
f)     Tidak boleh meninggalkan ruang ujian sebelum tanda waktu habis
g)    Tidak boleh melanggar tatatertib UN

 5. PENGAWAS
a)    Wajib memahami dan mematuhi tatatertib pengawas
b)    Wajib hadir di lokasi UN pukul 06.30 WIB, dengan rincian: Pembinaan 40 menit, masuk ruangan 07.10 WIB, pengisian data 07.10 – 07.30 WIB, mulai 07.30 WIB
c)    Tidak boleh membawa HP atau alat elektronika lainnya
d)    Membawa fotokopi NPWP dan surat tugas dari kepala sekolah
e)    Wajib membantu siswa dalam mengisi data identitas siswa.
f)     Membantu memisahkan lembar LJUN dengan lembar soal yang masih gandengan dengan menggunakan penggaris atau gunting
g)    Memakai kokar pengawas UN 2013
h)   Menerapkan 3 S (senyum, sapa, salam) kepada tamu/pejabat yang memonitor
i)     Mengisi daftar hadir dan berita acara UN
j)      Memeriksa soal dan LJUN dengan teliti
k)    Melapor ke penyelenggara bila ada masalah

 6. PANITIA PENYELENGGARA
a)    Mengadakan sosialisasi penyelenggaraaan UN 2013
b)    Membuat surat tugas dan SPPD pengawasan
c)    Melapor tiap hari ke sub rayon. Bila ada siswa yang tidak hadir, maka: bila sakit ada surat dokter, bila ke luar kota ada surat ijin orang tua bermeterai Rp 6.000; bila menikah ada surat pernyataan tanggal menikah, bila mengundurkan diri ada surat dari orangtua mulai kapan siswa mengundurkan diri.
d)    Bila ada pengawas yang berhalangan maka segera mengirimkan pengganti.

 7. ANTISIPASI
a)    Bila LJUN rusak, maka siswa melanjutkan jawaban di SOAL UN. misal: siswa sudah mengerjakan soal no. 1 – 20, lalu LJUN rusak, maka siswa mengerjakan no. 21 sampai nomor terakhir pada soal. jika selesai maka LJUN dan SOAL dimasukkan dalam amplop dengan disatukan.
b)    Bila SOAL rusak, padahal siswa sudah mengerjakan no. 1- 20, maka pengawas memberi soal cadangan, siswa mengerjakan kelanjutannya pada LJUN baru/cadangan. Yang dimasukkan dalam amplop adalah 2 SOAL dan 2 LJUN.

H. Contoh LJUN SMP/MTs 2013
Seperti kita ketahui bersama bahwa  naskah soal dan LJUN adalah satu kesatuan. Bagaimana cara menyatukan dan memisahkan naskah soal dan LJUN? Menyatukan naskah dan LJUN tentu menjadi tanggung jawab pihak percetakan.
Memisahkan naskah soal dan LJUN menjadi tanggung jawab peserta UN. Naskah soal dan LJUN dicetak menjadi satu, artinya LJUN itu langsung nempel di naskah soal. Bagaimana bentuknya? Perhatikan contoh LJUN SMP/MTs di bawah ini!
Perhatikan garis putus-putus pada gambar contoh naskah dan LJUN di bawah. Di garis putus-putus itulah naskah soal dan LJUN nantinya dipisahkan dengan cara disobek oleh siswa. Untuk memisahkan naskah soal dan LJUN tidak perlu memakai gunting atau penggaris, karena sudah didesain agar gampang dipisahkan (disobek). Namun bila khawatir kurang rapi sobekannya boleh menggunakan penggaris.
Perlu diperhatikan bahwa peserta UN tidak perlu lagi menulis kode paket dan mata pelajaran di LJUN, karena informasi (data) itu sudah terkandung dalam barcode LJUN yang terletak di pojok kanan atas.
Adapun yang harus diisi oleh siswa adalah: (1) Nama, (2) Nomor Peserta, (3) Tanggal Lahir, (4) Nama Sekolah, (5) Tanggal Ujian dan, (6) Menyalin pernyataan “Saya mengerjakan ujian dengan jujur” pada kotak yang disediakan.   


Penyusun: Semiyanto
Sumber:
POS UN 2013
Rapat Rayon Kab Tegal dan Sub Rayon O4 Adiwerna
Contoh LJUN dari blog

0 komentar :

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar / respon anda di sini :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...