Jumat, 12 Juli 2013

GURU PERLU SENTUHAN TEKNOLOGI



Teknologi dapat dikatakan sebagai jelmaan dari perkembangan pada tiap tahapan zaman dan peradaban manusia, perkembangan teknologi saat ini begitu cepat mengalami peningkatan, hal ini membuat manusia mau tidak mau harus diikuti, boleh-boleh saja sebagai bentuk akselerasi, namun agar generasi kita tidak menjadi generasi plagiator atau generasi konsumtif. Oleh karena itu, jika kita sebagai manusia Indonesia yang berkeinginan menjadi lebih baik harus melepaskan diri sebagai objek/target negara-negara yang lebih dulu menguasai teknologi. Perkembangan teknologi yang ada disekitar kita merupakan senjata bagi negara lain untuk menyerang generasi kita agar lumpuh dan tumpul dalam berbagai aspek, sehingga kita dapat dipastikan menjadi negara bulan-bulanan target kemajuan teknologi tanpa mampu mengimbangi, jangankan menciptakan, mengimbangi atau mengikuti saja sudah tidak mampu. Perkembangan teknologi yang diterima generasi saat ini mampu menciptakan ledakan informasi yang sangat hebat.

Akselerasi teknologi juga berlaku didunia pendidikan. Kita bisa memperhatikan teknik-teknik inovasi pembelajaran yang ada di dunia pendidikan Indonesia dewasa ini, hal ini merupakan salah satu geliat pertumbuhan pengetahuan yang terjadi di dunia pendidikan. Guru dituntut untuk menjadi terdepan dalam penguasaan teknologi sebagai salah wujud akselerasi pengetahuan yang mutlak harus di transfer kepada generasi penerus. Hal ini untuk menghindari terjadi gap yang telalu lebar antara penguasaan pengetahun guru dengan penguasaan pengetahuan anak didiknya. Guru yang pada awalnya sebagai sumber, sekarang bergeser essensi-nya menjadi seorang fasilitator yang harus mampu menjembatani antara perkembangan pengetahuan dan teknologi dengan anak didiknya. Hal ini harus memicu para guru agar mau dan mampu berkompetisi dalam alur perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus menerus maju. Jika perlu, guru dipaksa belajar dan terus belajar agar mereka tidak tertinggal dari ilmu pengetahuan dan informasi yang berkembang pada lingkungan anak didiknya. Sungguh hal yang tidak lucu jika ternyata ada anak didik yang menjadi malas belajar karena pengetahuan dan teknologi yang dikuasai gurunya di nilai telah kadaluarsa oleh anak didiknya atau orang tua anak didik. Hal ini bukan hanya mengganggu proses belajar mengajar dikelas tapi menunjukan kemunduran dalam perkembangan pendidikan yang ada dilingkungan tersebut, dimana ternyata lingkungan masyarakat lebih maju dari pada lingkungan pendidikan dalam hal pengetahuan teknologi dan informasi.

Hal yang urgen untuk dilakukan mulai sekarang adalah meningkatkan kualitas guru, pendidik dan tenaga kependidikan untuk bisa mengimbangi perkembangan teknologi dan informasi, agar tujuan mulia pendidikan dapat tercapai dalam waktu yang cukup singkat. Kenapa harus menunggu hari esok jika ternyata apa yang ada dalam lingkungan disekitar sudah tersedia? Tersedia disini bukan dalam arti lengkap atau mencukupi kebutuhan pembelajaran, tapi menunjuk kearah pemanfaatan secara maksimal segala resource yang sebenarnya sudah tersedia walaupun mungkin belum kita sadari sepenuhnya.

Dibawah ini mungkin secuil kendala baik oleh guru atau siapapun yang terlibat dalam mengelola pendidikan:

• Waktu, orang yang terlibat dalam dunia pendidikan seakan selalu mengkambing hitamkan waktu yang katanya sangat sedikit untuk dapat mentransfer ilmu sebaik mungkin. Padahal waktu itu tersedia banyak untuk melakukan berbagi inovasi pendidikan dan pembelajaran.

• Media pembelajaran, hal ini juga yang selalu menjadi alasan seorang guru untuk melakukan transfer ilmu dengan baik. Padahal jika kita teliti banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mentransfer ilmu kepada anak didik tanpa harus selalu menggunakan media pembelajaran yang seharusnya. Pertanyaan kecil, kenapa orang dulu mampu menerima dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari bangku sekolah dengan baik? Pemanfaatan yang tidak maksimal berbagai resource yang tersedia adalah salah satu bentuk kurangnya kompetensi guru dalam meramu suatu metode pembelajaran yang baik.

• Kebijakan, hal ini yang kemudian muncul menghiasi nuansa pendidikan Indonesia, lembaga yang berkewenangan mengelola pendidikan justru terlena dalam berbagai argumen-argumen berbau kebijakan sepihak. Seakan mereka ingin menunjukan wajah pendidikan Indonesia dengan kebijakan yang dibuat sebagai suatu patokan utama yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun, dan mereka ingin menunjukan bahwa ini adalah kebijakan yang bisa mengeluarkan Indonesia dari krisis pendidikan yang berkepanjangan. Tapi sayang, kemudian kebijakan itu membelit para pelaksana pendidikan yang ada dilapangan, sehingga ide-ide brilian yang harusnya menjadi pemicu inovasi pendidikan menjadi mandek. Kepentingan-kepentingan yang datang dari sumber yang tidak ada hubungannya dengan pendidikan justru menjadi hal yang harus dibuat kebijakan oleh lembaga-lembaga yang berwenang dalam mengeluarkan kebijakan. Pendidikan dalam arti sebenarnya tersisihkan oleh kepentingan tersebut, bukannya berkembang tapi justru pendidikan Indonesia diberi tanpa daya.

Mari kita berbagi dan terus inovasi demi anak didik kita,dan untuk kemajuan masa depan anak didik kita..
manfatkan teknologi yang ada..!



Sumber : rudinofindra
wacana.siap-online.

Penulis:
admin: Mohamad safii

0 komentar :

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar / respon anda di sini :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...