Rabu, 08 Januari 2014

Pelantikan Enthus - Umi Menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tegal



Pada hari Rabu 08/01/2014, Enthus Susmono dan Dra Hj Umi Azizah dilantik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi bupati dan wakil bupati Kabpaten Tegal periode 2014-2019. Pelantikan digelar di Pendopo Pemkab setempat. Terpilihnya pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Tegal, Enthus-Umi, sebagai bukti rakyat Kabupaten Tegal telah memberikan amanat pada mereka untuk memimpin daerah ini. "Karena ini amanat rakyat, maka insya Allah saya akan melaksanakan tugas sebagai bupati dengan amanah, kepentingan rakyat harus saya dulukan ketimbang kepentingan pribadi maupun golongan", ujar Enthus. Ki Enthus juga berharap agar masyarakat Kabupaten Tegal ikut mengawal selama kepemimpinananya, jika ada kesalahan silahkan saja masyarakat bisa mengingatkan dengan cara-cara yang santun dan benar. "Rakyat itu punya hak untuk mengkritik, mengingatkan atau memberikan saran terhadap pemimpinannya. Kalau saya nanti ada kesalahan, kekeliruan, ya silakan saja masyarakat meluruskan agar bisa diperbaiki", tegas Enthus beberapa saat sebelum pelantikan.

Seperti diketahui, Pasangan Enthus-Umi, menang dalam Pemilukada yang digelar Minggu 27/10/2013 lalu. Dari hasil rekapitulasi perhitungan perolehan suara di KPU pasangan Cabup dan Cawabup Tegal nomor 4 Enthus - Umi memperoleh suara terbanyak yakni 233.318 atau 35,21 persen, sedangkan pasangan nomor 5 Edi - Abasari memperoleh suara 223.436 atau 33,71 persen, pasangan nomor 1 Rojikin - Budiarto memperoleh suara 116.234 atau 17,54 persen, pasangan nomor 2 Himawan - Budi memperoleh suara 44.189 atau 6,67 persen dan pasangan nomor 3 Fikri - Kahar memperoleh suara 45.563 atau 6,87 persen.


Setelah ada penetapan hasil suara itu, ternyata pasangan nomor 5 Edi - Abasari kurang puas dan menggugat lewat Mahkamah Konstitusi (MK), tetapi hasil akhir dalam putusannya justru MK membatalkan semua gugatan pasangan tersebut. Sehingga pasangan Enthus - Umi wajib dilantik.   


Ki Enthus yang merupakan dalang wayang golek dan wayang kulit tidak melepas ikat kepala meski menggunakan topi pet dan seragam putih-putih. Setelah pengambilan sumpah jabatan, Gubernur berpidato meminta Enthus mencopot topi yang dipakai karena dia ingin melihat ikat kepala yang dipakai sang dalang. "Kalau dicopot, profesi sebagai dalang memakai ikat kepala, jika topi dipakai menjadi bupati, dan saya percaya bisa bekerja selama 24 jam untuk rakyat," kata Ganjar. Permintaaan sang Gubernur ini sontak membuat tepuk tangan tamu undangan dan anggota DPRD.

Dalam pidatonya, Ganjar ingin Enthus dan Umi bisa membawa Tegal lebih terang benderang melalui pembangunan untuk kepentingan rakyat. "Berharap selalu ada cerita yang baik dituturkan jika berbicara tentang Tegal," ungkap Ganjar. Dalam acara pelantikan, sejumlah tamu undangan dari kalangan dalang ikut hadir, seperti Ki Manteb Sudarsono dan Ki Joko Edan. Tampak hadir pula Guruh Soekarnoputra dan beberapa anggota DPR RI lainnya.

Penulis: Semiyanto
Referensi:

0 komentar :

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar / respon anda di sini :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...